Aku disini
sendiri, menanti cinta yang suci, cinta yang Allah anugrahkan untukku. Namun,
kapan cinta itu akan datang menemuiku?kapan cinta itu akan menghampiriku?aaaah
Tuhan, maafkan aku yang tak bisa setia menunggu cinta yang akan kau berikan
untukku. Dan akhirnya kini, dalam penantian ini, maafkan aku yang tak bisa
menjaga perasaan ini, hati ini. Tapi, inilah fitrah manusia. Jujur saja, aku
mencintai dia.
Dalam hati aku
menyimpan seribu pertanyaan, apa mungkin dia yang kini aku cintai adalah orang
yang akan menjadi Imamku kelak?apa mungkin dia yang akan menjadi Syurgaku?Jika
memang iya, namun mengapa hanya aku yang Engkau berikan rasa cinta ini?kenapa
Kau membiarkan cintaku tak berbalas?Ya Allah. Maafkan aku, maafkan aku yang
slalu saja menyalahkan-Mu, maafkan aku yang slalu saja mengeluh, maafkan hati
ini yang tak bisa bersabar.
Tapi kini, aku
mengerti. Aku mengerti mengapa Tuhan membiarkan cintaku tak berbalas, aku
mengerti mengapa Tuhan membiarkanku terluka. Aku sadar ternyata Allah begitu
cemburu kepadaku, Allah cemburu karena aku telah mencintai makhlukNya. Dan
akhirnya aku tau, bahwa cinta yang
sesungguhnya adalah cinta yang tak mengharapkan balasan, namun kamu akan selalu
mendoakannya, mencintainya scara diam-diam, karena aku percaya apa yang
Allah takdirkan untukku pasti tidak akan pernah tertukar.
Keimanan
seseorang itu bisa berubah, keimanan seseorang itu seperti cahaya lampu, kadang
redup kadang juga terang. Yaabegitulah dengan diriku, dalam penantian ini,
kadang aku sudah tak sabar, apalagi ketika aku melihat teman-temanku
bergandengan dengan pasangannya masing-masing. Jujur aku cemburu, aku iri
kepada mereka. Kadang, aku juga ingin memiliki ‘pacar’ seperti dulu, tapi aku
sadar itu hanyalah nafsu bukan cinta. Dan akhirnya aku selalu bertanya-tanya
tentang siapa jodohku, dimana jodohku?seperti apa jodohku?kenapa aku
mencintainya?apa dia jodohku?aah sejuta pertanyaan dan ketidaksabaranku kadang
membuat Imanku goyah.
Jomblo sampai halal? Rasanya aku ingin
sekali, namun dijaman yang seperti ini apa aku bisa?apa aku bisa menahan godaan
dari sana sini?Oh Tuhan, kuatkan Imanku, Sabarkan hatiku, agar kelak aku
dipertemukan dengan Jodoh yang Kau Ridhai.
Assalamu’alaikum
kamu wahai jodohku, yang entah masih dimana dan aku tak tau kamu siapa. Dimana
kamu sekarang?masih dekat atau sudah jauh?Cepatlah mendekat agar aku tak
mencintai orang yang salah. Namun, dimanapun kamu berada, semoga kamu
senantiasa memperbaiki diri.
