Rabu, 30 Maret 2016

Jodohku, Where are you?



Aku disini sendiri, menanti cinta yang suci, cinta yang Allah anugrahkan untukku. Namun, kapan cinta itu akan datang menemuiku?kapan cinta itu akan menghampiriku?aaaah Tuhan, maafkan aku yang tak bisa setia menunggu cinta yang akan kau berikan untukku. Dan akhirnya kini, dalam penantian ini, maafkan aku yang tak bisa menjaga perasaan ini, hati ini. Tapi, inilah fitrah manusia. Jujur saja, aku mencintai dia.
Dalam hati aku menyimpan seribu pertanyaan, apa mungkin dia yang kini aku cintai adalah orang yang akan menjadi Imamku kelak?apa mungkin dia yang akan menjadi Syurgaku?Jika memang iya, namun mengapa hanya aku yang Engkau berikan rasa cinta ini?kenapa Kau membiarkan cintaku tak berbalas?Ya Allah. Maafkan aku, maafkan aku yang slalu saja menyalahkan-Mu, maafkan aku yang slalu saja mengeluh, maafkan hati ini yang tak bisa bersabar.
Tapi kini, aku mengerti. Aku mengerti mengapa Tuhan membiarkan cintaku tak berbalas, aku mengerti mengapa Tuhan membiarkanku terluka. Aku sadar ternyata Allah begitu cemburu kepadaku, Allah cemburu karena aku telah mencintai makhlukNya. Dan akhirnya aku tau, bahwa cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang tak mengharapkan balasan, namun kamu akan selalu mendoakannya, mencintainya scara diam-diam, karena aku percaya apa yang Allah takdirkan untukku pasti tidak akan pernah tertukar.
Keimanan seseorang itu bisa berubah, keimanan seseorang itu seperti cahaya lampu, kadang redup kadang juga terang. Yaabegitulah dengan diriku, dalam penantian ini, kadang aku sudah tak sabar, apalagi ketika aku melihat teman-temanku bergandengan dengan pasangannya masing-masing. Jujur aku cemburu, aku iri kepada mereka. Kadang, aku juga ingin memiliki ‘pacar’ seperti dulu, tapi aku sadar itu hanyalah nafsu bukan cinta. Dan akhirnya aku selalu bertanya-tanya tentang siapa jodohku, dimana jodohku?seperti apa jodohku?kenapa aku mencintainya?apa dia jodohku?aah sejuta pertanyaan dan ketidaksabaranku kadang membuat Imanku goyah.
Jomblo sampai halal? Rasanya aku ingin sekali, namun dijaman yang seperti ini apa aku bisa?apa aku bisa menahan godaan dari sana sini?Oh Tuhan, kuatkan Imanku, Sabarkan hatiku, agar kelak aku dipertemukan dengan Jodoh yang Kau Ridhai.
Assalamu’alaikum kamu wahai jodohku, yang entah masih dimana dan aku tak tau kamu siapa. Dimana kamu sekarang?masih dekat atau sudah jauh?Cepatlah mendekat agar aku tak mencintai orang yang salah. Namun, dimanapun kamu berada, semoga kamu senantiasa memperbaiki diri.

Senin, 28 Maret 2016

kedai putri - kuliner UIN Bandung

Keajaiban Shalat Duha



Saat itu ketika aku sedang melakukan perjalanan pulang dari tasik menuju bandung, aku duduk dikursi bus kota bersama seorang ibu-ibu, dan disampingku ada dua orang pemuda yang satu sudah bekerja yang satu lagi mahasiswa. Aku tak mengenal mereka, aku tau karena aku tidak sengaja mendengarkan percakapan mereka berdua.

Entah mengapa kuping ini rasanya ingin terus mendengar apa yang sedang mereka bicarakan, ceritanya menarik memang. Seorang pemuda yang sudah bekerja itu bercerita tentang keagamaan, pengalaman hidupnya, kisah-kisah menginspirasi, tentang pengalamannya selama kuliah s1 hingga s2 dan kini ia sudah bekerja disebuah peusahaan.

Lalu, setelah beberapa menit kemudian seorang laki-laki itu tiba-tiba bertanya kepada si mahasiswa “cita-cita kamu sekarang apa?” lalu si mahasiswa itu menjawab “ya saya ingin nilai bagus, dan banyak deh” kemudian si laki-laki itu bertanya kembali “lalu, apa yang akan kamu lakukan setelah lulus kuliah?” si laki-laki itu menjawab “cari kerja” kemudian pemuda itu bercerita “cari kerja itu sulit loh! Oh iya aku memiliki seorang teman dia sudah di wisuda kemudian dia melamar pekerjaan disebuah kantor ternama, dan anehnya dia masuk tanpa tes, sedangkan teman-temannya masuk harus tes dulu, wawancara lah ini itu lah, tapi anehnya dia dengan begitu mudah langsung diterima” kamu mau tau apa rahasianya? Si mahasiswa itu mengangguk, lalu si pemuda itu bertanya kembali “kamu muslim?” “ya saya muslim” lalu pemuda itu menjawab “kerjakanlah shalat duha minimal 6rakaat sebelum kamu beraktifitas, setiap hari” kemudian pemuda itu melanjutkan ceritanya “dia temanku slalu rajin shalat duha, dan setelah shalat dia slalu berdo’a “Ya Allah aku ingin bekerja” dan dia slalu melibatkan Allah disegala kehidupannya.

“Allah itu sudah memberikan seribu macam kemudahan untuk manusia dan islam itu agama yang sempura, hanya saja manusianya yang tidak menyadari betapa baiknya Allah.”
Hmm percakapan meraka sangat menginspirasiku. Ah ternyata dijaman yang seperti ini masih ada yah cowok seperti itu?hmm apa kabar kamu jodohku?