Rabu, 28 September 2016

Terimakasih Tuhan "Hidayah di Hari Jum'at"

        
Jum’at, aku menjalani kehidupan seperti biasa, pergi kuliah kumpul organisasi dan yang lainnya. Kala itu, aku masih menggunakan celana. Oh iya, suatu hari aku mendapatkan tugas dari organisasi bidang pers mahasiswa, aku harus memenuhi tugasku sebagai reporter, aku harus menulis berita online, sungguh hari itu aku masih bingung dengan isu apa yang harus aku liput.

 

            Menjelang siang hari, aku mulai berfikir dan mencari kesana kesini perihal isu apa yang harus aku liput, jujur saja waktu itu aku masih magang, jadi aku masih kebingungan untuk mencari isu. Aku mulai bertanya kepada teman2 perihal isu, dan salah satu teman kosan ku memberitahuku bahwa di Mesjid Iqomah UIN, Lembaga Dakwah Mahasiswa selalu mengadakan acara ‘Bincang Muslimah’, dikarenakan tugas deadline akhirnya aku pergi dan meliput acara itu lalu menjadikannya berita.

Hari itu tepat pukul 13.00 acara dimulai, aku meminta teman sekelasku untuk menemaniku keacara tersebut dan akhirnya kita berdua pergi kesana, tetapi betapa bodohnya aku, aku pergi kesana dengan menggunakan celana ‘jeans’ ketat pula, sangat memalukan. Awalnya aku tak ingin masuk kesana, tetapi daripada aku dimarahi oleh redaktur ku karena tidak menjalankan tugas, yasudahlah aku pasrah dan akhirnya kita berdua masuk lalu mengikuti pengajian tersebut. Mereka melempsrkan senyuman, mereka mempersilahkan kita untuk masuk dan mereka sangat ramah sekali.

 

Aku mulai duduk dibarisan paling belakang, ku keluarkan notebook dan handphone untuk merekam,  aku mulai mendengarkan kalimat demi kalimat yang disampaikan oleh pemateri, kala itu tema yang dibawakan kalo tidak salah tentang cara berpakaian muslimah yang baik, astagfirulloh setiap kalimat yang ia sampaikan membuatku tersadar bahwa penampilanku sama sekali tidak mencerminkan ‘wanita muslimah’.

 

Usai kajian, aku mengajak pemateri tersebut untuk berbincang2 sedikit mengenai materi yang ia sampaikan, saat itu aku merasa malu dengan pakaianku yang seperti ini, aku melihat mereka semua menggunakan ‘baju syar’i’. Lalu ia menjelaskan kembali, sekitar 15menit kita berbicara, dan setiap kalimat yang ia sampaikan membuat aku semakin tersadar, dan aku mulai berfikir untuk hijrah. Kala itu aku merasakan aku mendapatkan sebuah ‘hidayah’ yang diberikan oleh Allah SWT kepadaku melalui acara tersebut.

       

         Setiba dikosan, aku mulai mengetik hasil liputan ku dan aku mulai merenung dan memikirkan semua yang ia katakan. Aku merasa aku mendapatkan pencerahan, mendapatkan ketenangan hati dan fikiran. Setelah sekian hari aku merenung dan meminta petunjuk dariNya akhirnya aku mulai mencoba memberanikan diri untuk merubah penampilanku, dari ‘jeans’ menjadi ‘syar’i’ dengan tekad Bismillah aku akhirnya merubah penampilanku.

Setelah sekian hari aku menggunakan pakaian seperti itu, aku merasa hidupku ada perubahan, yah tentunya aku merasa hidupku menjadi lebih baik, Allah selalu memberikanku dan menempatkanku dilingkungan yang baik, Allah mendatangkanku teman-teman yang baik, dan aku merasa kehidupanku jauh lebih bahagia dari sebelumnya.

 

Ternyata aku mulai tersadar, bahwa bahagia itu kita yang menentukan, jika kita ingin bahagia maka kita harus mengikuti apa yang Dia perintahkan. Dan inilah hidupku, aku bahagia dengan hidupku yang sekarang, aku sangat bersyukur dengan kehidupanku yang sekarang, walaupun dalam proses hijrahku aku harus melalui berbagai godaan dan juga rintangan. yah hijrah itu mudah, tetapi Istiqomahnya yang sulit, tapi inilah proses, nikmati setiap prosesnya karena Allah mencintai proses. Terimakasih Tuhan...

 

 

*Bukan maksud Riya atau apa, tetapi aku hanya ingin sekedar berbagi, bahwa hidayah itu harus kita yang menjemput. Semoga kita semua selalu diberikan hidayah oleh-Nya. semoga cerita ini bisa bermanfaat untuk diriku dan untuk kita semua, terimakasih sudah menyempatkan diri untuk membaca tulisanku yang masih acak-acakan.