
Ramadhan tlah tiba,
Seluruh umat muslim menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh
sukacita, termasuk aku.
Namun, Ramadhan kali ini sangat berbeda.
Hampir semua orang mungkin menjalani puasa pertama bersama keluarga,
tapi tidak bagiku.
Ini adalah tahun ke tiga aku menjalani ibadah puasa sendiri, tanpa
keluarga. ya beginilah nasib menjadi seorang anak rantau.
Sedih? Tentu. Tapi ini sudah menjadi hal yang sangat biasa. Tapi beruntungnya
aku, Allah mengirimkan teman-teman yang sangat baik dan mau menemaniku “munggahan”
bersama, sehingga aku tidak merasa begitu sepi.
Tapi, bukan itu maksudku.
“Ramadhan Tahun ini beda”, ya beda karena kondisi keluargaku tidak
seperti tahun-tahun sebelumnya.
Tahun ini menjadi tahun dimana aku merasa hatiku sangat hancur
sehancur-hancurnya, aku merasa kehilangan semangat untuk hidup.
Hari ini, Ramadhan sudah memasuki hari ketujuh, artinya 23 hari lagi
menuju hari raya idul fitri.
Hari raya idul fitri merupakan hari dimana semua umat muslim
bergembira karena mereka bisa berkumpul dan bersilaturahmi bersama keluarga
mereka.
Tapi mungkin lebaran kali ini akan terasa berbeda, mungkin lebaran kali
ini merupakan lebaran yang begitu berat yang harus aku lalui.
Ya, tahun ini keluargaku sudah tidak lengkap lagi.
Lebaran tanpa bapak. Sakit, hancur, hampa, bingung, kecewa, marah. Perasaanku
campur aduk ketika aku membayangkan lebaran nanti, lebaran tanpa bapak.
Lagi-lagi, air mata tak mampu kubendung, entah sudah berapa ratuskali
aku menangisi kepergian Bapak.
Setiap kali aku membayangkannya, mata ini tak bisa berhenti untuk
menetes, hati ini sakit se sakit-sakitnya. Belum pernah aku merasakan sesakit
ini.
sungguh, bagiku lebih baik sakit fisik daripada sakit batin.
Tapi aku bisa apa? Aku tak bisa menyalahkan keadaan, sebab mungkin ini
sudah takdir-Nya.
Aku harus ikhlas, kuat dan menerima apa-apa yang sudah digariskan oleh
Tuhan untukku.
Lebaran tanpa bapak,
Tak pernah kubayangkan sebelumnya, tapi ya Namanya juga takdir, siapa
yang tau.
Mengapa harus aku, Tuhan?
Atau mungkin inikah bentuk rasa sayangMu kepadaku?
Ahk Tuhan, ampuni aku yang terlalu rapuh dan belum mampu menerima
takdir dari-Mu.
Tuhan, aku benar-benar rindu sosok pria yang sudah hidup bersamaku
selama 21 tahun, sungguh…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar