
"Assalatu
khairumminannaum 2x..." Lantunan suara adzan membangunkan sang gadis yang
tengah tertidur pulas. Ia tak marah, justru ia sangat bersyukur sebab dirinya masih
diberikan kesempatan untuk merasakan nikmatnya udara pagi. Segera ia pergi ke
kamar mandi, sayangnya ia tak setetes airpun ia temukan. Langkahnya kemudian
membawanya kembali ke kamar tidur, ada rasa kantuk yang begitu berat, namun ia
berusaha untuk melawannya. Diambillah seperangkat alat shalat, kemudian ia
melangkahkan kaki dan membuka pintu rumah, ia bergegas pergi ke Masjid. Waktu
sudah menunjukan pukul 05, keadaan masjid sudah begitu gelap. Aneh, tak seperti
biasanya. Ia mencoba melawan rasa takut sebab sekeliling masjid begitu sepi, maklum,
sebab dibelakang masjid bukanlah rumah tetapi kebun yang ditumbuhi oleh
pohon-pohon yang cukup rindang.
Ada rasa takut dan kantuk
ketika ia melangkah membuka pintu masjid, namun hembusan angin pagi cukup
menghilangkan sedikit rasa kantuk. Kemudian ia menaroh kain shalat dan bergegas
ke tempat wudhu. Namun sayang seribu sayang, lagi lagi ia tak menemukan setetes
air. Ada rasa kecewa, marah dan lelah dalam hatinya.
Dengan segera ia mengambil
kain alat shalat berwarna biru corak bunga-bunga, ia berjalan sendiri dengan
perasaan bingung. Sesekali hatinya terus menggerutu, mengeluh dan ingin
menangis. Ia bingung harus bagaimana, dan waktu semakin berjalan. Ia masih
belum menemukan air, "ahk Tuhan, dimana air?"
"Dibelakang rumah ada
air hujan, tapi ya kurang bersih." ujar salah seorang teman KKN-nya. Tak
berfikir dua kali, dalam hatinya berkata "daripada tidak shalat, yasudah
mau gak mau ya harus pakai air itu." Tak ada pilihan lain, kecuali
menggunakan Air Minum yang ada di Galon. Sempat terfikirkan untuk memakai air minum,
hanya saja air di Galon tinggal setengah.
Dengan segera ia mengambil
sebuah Ember dan membuka pintu. Diambillah air hujan tersebut untuk wudhu. Ucapan
Bismillah terdengar dari dalam hatinya, ada rasa khawatir dan takut. Sebab, Air
Hujan tersebut tidak layak dan tidak seperti air hujan pada umumnya. Keruh, ya.
Tapi mau bagaimana lagi, dengan perasaan was-was ia segera mengambil wudhu
dengan menggunakan air tersebut.
Sudah dua minggu Desa ini
kekurangan Air bersih, bukan hanya manusia yang terkena dampaknya, namun hewan dan
tumbuhanpun ikut merasakan akibatnya. Aneh memang, padahal RW 09 Desa Bandasari
Air Bersih masih begitu melimpah, namun RW 08 Bandaasri Desa Bandasari kekurangan
Air. Apa mungkin Tuhan sedang menguji kami? Apa mungkin ini balasan dari
dosa-dosa yang tlah kami perbuat? Ah entahlah, itu rahasia-Nya. Hanya saja, aku
selalu berdoa semoga Tuhan memberikan kami semua kekuatan untuk melewati cobaan
ini.
Hari ini, merupakan hari
ke-29 ia tinggal di Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.
Artinya, tinggal 4hari lagi ia selesai menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar