Tanti Sugiharti
Love your self!
Sabtu, 12 Oktober 2019
Tepat Sewindu, Tulus Ramaikan Hari Kedua The Papandayan Jazz Festival
Pergelaran hari kedua The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2019 telah dimulai, ratusan penonton terlihat memadati lokasi acara yang digelar di hotel The Papandayan, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jumat (4/10).
Setelah kemarin terhipnotis dengan lagu-lagu yang dibawakan Glenn Fredly, di hari kedua ini tentunya The Papandayan Jazz Fest 2019 semakin seru dan meriah.
Hari kedua TPJF 2019 ditutup dengan tepukan riuh para penonton menyambut penampilan dari Tulus yang naik ke panggung di iringi dengan intro lagu Gajah.
"Perkenalkan nama saya Tulus. Saya harap temen-temen tau kalo saya menulis semua lagu-lagu di Bandung. Saya terharu sekali, karena saya belum pernah menemukan suasana seperti ini di kota-kota lainnya," Kata Tulus sebelum menyanyikan lagu berikutnya di atas Panggung.
"Saya sudah delapan tahun bermusik. Lagu ini adalah lagu yang saya tulis ketika banyak sekali yang datang dalam hidup saya tidak sesuai dengan ekspetasi. Lagu berikutnya yaitu Monokrom,"lanjutnya.
Selanjutnya Tulus menyanyikan beberapa lagu populer miliknya. Seperti Cintai aku apa adanya, Matahari, Ruang sendiri, Labirinmu, Coba sehari saja, Teman Hidup, dan Adu Rayu. Ratusan penonton ikut bernyanyi sambil mengabadikan momen menggunakan ponsel mereka.
Di sela-sela penampilannya, Tulus mengajak dua orang penonton naik ke panggung untuk menyanyikan sedikit lagu miliknya. Tidak disangka, kedua penonton tersebut memiliki suara yang sangat merdu.
Lagu berjudul Sewindu menjadi penutup penampilan Tulus di The Papandayan Jazz Fest 2019 semakin sempurna, karena di tahun ini tepat sewindu pula Tulus meramaikan belantika musik tanah air.
Cerita Santana, Warga Kota Bandung Korban Kerusuhan Wamena
Santana (43), seorang pria
Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung merupakan salah satu pengungsi korban kerusuhan di Wamena yang terjadi pada Senin (23/9/29) lalu. Saat ini ia dan putranya telah berhasil di evakuasi kembali ke daerahnya.
Masih terukir jelas di benak Santana, saat itu Ia dan anaknya tengah mempersiapkan diri untuk bekerja di salah satu restoran di Wamena. Sudah tiga tahun ia menjadi juru masak, Kota Wamena yang ia kenal begitu hangat dan akrab kini tiba-tiba suasana berubah menjadi mencekam.
Pagi itu, tiba-tiba ia mendengar suara tembakan dari balik dapur tempat ia bekerja. Pikirnya, itu adalah tembakan polisi untuk membubarkan dua kelompok pelajar yang terlihat sedang tauran.
"Karena memang di jalan utama ada dua kelompok pelajar yang seakan tengah tawuran, tapi sebenarnya tauran itu tidak ada. Karna mereka bersatu dan akhirnya membuat kerusuhan dengan membakar dan membantai semua pendatang,"kata Santana saat ditemui di kediamannya, Jumat (11/10).
Saat itu, ia melihat bangunan sudah ludes terbakar. Tak pikir panjang, Santana dan putranya Yuda (22), beserta pegawai restoran lain bergegas untuk melarikan diri ke tempat yang aman. Mereka langsung melompat melewati benteng bangunan untuk menghindari kerusuhan.
"Saya sembunyi di rumah warga penduduk asli Wamena. Namun tak lama, karena teriakan masa yang begitu jelas, kita melihat api membumbung tinggi, akhirnya saya dan penduduk asli lari lagi untuk mencari tempat yang lebih aman," ungkapnya.
Santana bersama warga lainnya lari berhamburan menuju ke arah hutan untuk menghindari kerusuhan. "Lalu saya menemukan satu rumah warga pendatang, di sana ada sekitar 15 orang berkumpul di halaman rumah,” kata dia.
Pada saat itu, Santana dan kawan-kawan yang sudah berusaha lari akhirnya hanya bisa pasrah. "Jalan satu-satunya hanya berdoa dan terus berdzikir,"katanya.
Selam lima jam kemudian, akhirnya ia dan kawan-kawan lainnya berhasil di evakuasi ke kantor Polisi. Namun suasana kembali mencekam, tiba-tiba terjadi penyerangan oleh sekumpulan orang bersenjata, mereka menyerang kantor Polisi.
Akhirnya ia kembali dievakuasi ke rumah bosnya, pemilik restoran. Di sana Santana merasa sedikit aman lantaran ada Kopasus yang ikut berjaga. “Di sana bos saya orang Medan, hanya kebetulan di rumahnya ada Kopasus yang berjaga,” kata dia.
Selang beberapa hari kemudian, akhirnya Santana beserta warga pendatang lainnya berhasil di evakuasi ke Bandara untuk di pulangkan ke daerahnya masing-masing. Kini Santana dan putranya Yuda sudah berhasil kumpul bersama keluarga di kediamannya.
Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung merupakan salah satu pengungsi korban kerusuhan di Wamena yang terjadi pada Senin (23/9/29) lalu. Saat ini ia dan putranya telah berhasil di evakuasi kembali ke daerahnya.
Masih terukir jelas di benak Santana, saat itu Ia dan anaknya tengah mempersiapkan diri untuk bekerja di salah satu restoran di Wamena. Sudah tiga tahun ia menjadi juru masak, Kota Wamena yang ia kenal begitu hangat dan akrab kini tiba-tiba suasana berubah menjadi mencekam.
Pagi itu, tiba-tiba ia mendengar suara tembakan dari balik dapur tempat ia bekerja. Pikirnya, itu adalah tembakan polisi untuk membubarkan dua kelompok pelajar yang terlihat sedang tauran.
"Karena memang di jalan utama ada dua kelompok pelajar yang seakan tengah tawuran, tapi sebenarnya tauran itu tidak ada. Karna mereka bersatu dan akhirnya membuat kerusuhan dengan membakar dan membantai semua pendatang,"kata Santana saat ditemui di kediamannya, Jumat (11/10).
Saat itu, ia melihat bangunan sudah ludes terbakar. Tak pikir panjang, Santana dan putranya Yuda (22), beserta pegawai restoran lain bergegas untuk melarikan diri ke tempat yang aman. Mereka langsung melompat melewati benteng bangunan untuk menghindari kerusuhan.
"Saya sembunyi di rumah warga penduduk asli Wamena. Namun tak lama, karena teriakan masa yang begitu jelas, kita melihat api membumbung tinggi, akhirnya saya dan penduduk asli lari lagi untuk mencari tempat yang lebih aman," ungkapnya.
Santana bersama warga lainnya lari berhamburan menuju ke arah hutan untuk menghindari kerusuhan. "Lalu saya menemukan satu rumah warga pendatang, di sana ada sekitar 15 orang berkumpul di halaman rumah,” kata dia.
Pada saat itu, Santana dan kawan-kawan yang sudah berusaha lari akhirnya hanya bisa pasrah. "Jalan satu-satunya hanya berdoa dan terus berdzikir,"katanya.
Selam lima jam kemudian, akhirnya ia dan kawan-kawan lainnya berhasil di evakuasi ke kantor Polisi. Namun suasana kembali mencekam, tiba-tiba terjadi penyerangan oleh sekumpulan orang bersenjata, mereka menyerang kantor Polisi.
Akhirnya ia kembali dievakuasi ke rumah bosnya, pemilik restoran. Di sana Santana merasa sedikit aman lantaran ada Kopasus yang ikut berjaga. “Di sana bos saya orang Medan, hanya kebetulan di rumahnya ada Kopasus yang berjaga,” kata dia.
Selang beberapa hari kemudian, akhirnya Santana beserta warga pendatang lainnya berhasil di evakuasi ke Bandara untuk di pulangkan ke daerahnya masing-masing. Kini Santana dan putranya Yuda sudah berhasil kumpul bersama keluarga di kediamannya.
Senin, 03 September 2018
Tanpa Air, Apa jadinya?

"Assalatu
khairumminannaum 2x..." Lantunan suara adzan membangunkan sang gadis yang
tengah tertidur pulas. Ia tak marah, justru ia sangat bersyukur sebab dirinya masih
diberikan kesempatan untuk merasakan nikmatnya udara pagi. Segera ia pergi ke
kamar mandi, sayangnya ia tak setetes airpun ia temukan. Langkahnya kemudian
membawanya kembali ke kamar tidur, ada rasa kantuk yang begitu berat, namun ia
berusaha untuk melawannya. Diambillah seperangkat alat shalat, kemudian ia
melangkahkan kaki dan membuka pintu rumah, ia bergegas pergi ke Masjid. Waktu
sudah menunjukan pukul 05, keadaan masjid sudah begitu gelap. Aneh, tak seperti
biasanya. Ia mencoba melawan rasa takut sebab sekeliling masjid begitu sepi, maklum,
sebab dibelakang masjid bukanlah rumah tetapi kebun yang ditumbuhi oleh
pohon-pohon yang cukup rindang.
Ada rasa takut dan kantuk
ketika ia melangkah membuka pintu masjid, namun hembusan angin pagi cukup
menghilangkan sedikit rasa kantuk. Kemudian ia menaroh kain shalat dan bergegas
ke tempat wudhu. Namun sayang seribu sayang, lagi lagi ia tak menemukan setetes
air. Ada rasa kecewa, marah dan lelah dalam hatinya.
Dengan segera ia mengambil
kain alat shalat berwarna biru corak bunga-bunga, ia berjalan sendiri dengan
perasaan bingung. Sesekali hatinya terus menggerutu, mengeluh dan ingin
menangis. Ia bingung harus bagaimana, dan waktu semakin berjalan. Ia masih
belum menemukan air, "ahk Tuhan, dimana air?"
"Dibelakang rumah ada
air hujan, tapi ya kurang bersih." ujar salah seorang teman KKN-nya. Tak
berfikir dua kali, dalam hatinya berkata "daripada tidak shalat, yasudah
mau gak mau ya harus pakai air itu." Tak ada pilihan lain, kecuali
menggunakan Air Minum yang ada di Galon. Sempat terfikirkan untuk memakai air minum,
hanya saja air di Galon tinggal setengah.
Dengan segera ia mengambil
sebuah Ember dan membuka pintu. Diambillah air hujan tersebut untuk wudhu. Ucapan
Bismillah terdengar dari dalam hatinya, ada rasa khawatir dan takut. Sebab, Air
Hujan tersebut tidak layak dan tidak seperti air hujan pada umumnya. Keruh, ya.
Tapi mau bagaimana lagi, dengan perasaan was-was ia segera mengambil wudhu
dengan menggunakan air tersebut.
Sudah dua minggu Desa ini
kekurangan Air bersih, bukan hanya manusia yang terkena dampaknya, namun hewan dan
tumbuhanpun ikut merasakan akibatnya. Aneh memang, padahal RW 09 Desa Bandasari
Air Bersih masih begitu melimpah, namun RW 08 Bandaasri Desa Bandasari kekurangan
Air. Apa mungkin Tuhan sedang menguji kami? Apa mungkin ini balasan dari
dosa-dosa yang tlah kami perbuat? Ah entahlah, itu rahasia-Nya. Hanya saja, aku
selalu berdoa semoga Tuhan memberikan kami semua kekuatan untuk melewati cobaan
ini.
Hari ini, merupakan hari
ke-29 ia tinggal di Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.
Artinya, tinggal 4hari lagi ia selesai menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Kamis, 24 Mei 2018
Lebaran tanpa Bapak.

Ramadhan tlah tiba,
Seluruh umat muslim menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh
sukacita, termasuk aku.
Namun, Ramadhan kali ini sangat berbeda.
Hampir semua orang mungkin menjalani puasa pertama bersama keluarga,
tapi tidak bagiku.
Ini adalah tahun ke tiga aku menjalani ibadah puasa sendiri, tanpa
keluarga. ya beginilah nasib menjadi seorang anak rantau.
Sedih? Tentu. Tapi ini sudah menjadi hal yang sangat biasa. Tapi beruntungnya
aku, Allah mengirimkan teman-teman yang sangat baik dan mau menemaniku “munggahan”
bersama, sehingga aku tidak merasa begitu sepi.
Tapi, bukan itu maksudku.
“Ramadhan Tahun ini beda”, ya beda karena kondisi keluargaku tidak
seperti tahun-tahun sebelumnya.
Tahun ini menjadi tahun dimana aku merasa hatiku sangat hancur
sehancur-hancurnya, aku merasa kehilangan semangat untuk hidup.
Hari ini, Ramadhan sudah memasuki hari ketujuh, artinya 23 hari lagi
menuju hari raya idul fitri.
Hari raya idul fitri merupakan hari dimana semua umat muslim
bergembira karena mereka bisa berkumpul dan bersilaturahmi bersama keluarga
mereka.
Tapi mungkin lebaran kali ini akan terasa berbeda, mungkin lebaran kali
ini merupakan lebaran yang begitu berat yang harus aku lalui.
Ya, tahun ini keluargaku sudah tidak lengkap lagi.
Lebaran tanpa bapak. Sakit, hancur, hampa, bingung, kecewa, marah. Perasaanku
campur aduk ketika aku membayangkan lebaran nanti, lebaran tanpa bapak.
Lagi-lagi, air mata tak mampu kubendung, entah sudah berapa ratuskali
aku menangisi kepergian Bapak.
Setiap kali aku membayangkannya, mata ini tak bisa berhenti untuk
menetes, hati ini sakit se sakit-sakitnya. Belum pernah aku merasakan sesakit
ini.
sungguh, bagiku lebih baik sakit fisik daripada sakit batin.
Tapi aku bisa apa? Aku tak bisa menyalahkan keadaan, sebab mungkin ini
sudah takdir-Nya.
Aku harus ikhlas, kuat dan menerima apa-apa yang sudah digariskan oleh
Tuhan untukku.
Lebaran tanpa bapak,
Tak pernah kubayangkan sebelumnya, tapi ya Namanya juga takdir, siapa
yang tau.
Mengapa harus aku, Tuhan?
Atau mungkin inikah bentuk rasa sayangMu kepadaku?
Ahk Tuhan, ampuni aku yang terlalu rapuh dan belum mampu menerima
takdir dari-Mu.
Tuhan, aku benar-benar rindu sosok pria yang sudah hidup bersamaku
selama 21 tahun, sungguh…
Rabu, 23 Mei 2018
Fashion Item hype sesuai kantong mahasiswa

Tren fashion selalu berputar dengan cepat.
Nah, tapi nggak selamanya tren tersebut sesuai dengan personaliti kamu. Kamu
bisa memilih satu gaya yang sesuai dengan kamu dan mengupgradenya agar tidak membosankan. Tampil fashionable tidak selalu harus mahal, apalagi buat kalian para mahasiswa, pastinya budget untuk belanja sangatlah terbatas. Namun jika kalian pintar mix and match maka tampilan kalian akan terlihat menarik. Berikut
ini aku udah ngelist fashion item hype yang wajib kalian punya.
1. 1. Scarf, cara mudah untuk tampil stylish
Siapa
yang nggak tau Scarf? ya Scarf atau yang lebih dikenal dengan
syal. Scarf ini multifungsi loh dan
salah satunya bisa kamu pakai di leher. Menurut seorang pengamat fashion
Patrick Smith menyebut scarf adalah
salah satu item busana ‘must have’.
Karena, aksesoris yang satu ini memang bisa banget membuat penampilan kamu
yang tadinya biasa saja menjadi modis dalam sekejap.
Nah, ternyata Scarf sudah ada sejak dulu loh..
Scarf merupakan kain persegi panjang yang dikenakan disekitar leher atau
kepala. Awalnya, pada zaman Romawi kuno mengembangkan scarf sebagai busana untuk kaum pria. Cara dipakainya dililitkan
dileher atau diikatkan pada ikat pinggang.
Scarf pertama kali dibuat dari kain biasa bukan wol. Di Prancis Scarf sangat populer dikenakan oleh kaum
pria. Warna dari scarf digunakan
sebagai penanda identitas partai politik tertentu. Pada awal abad ke-19 Scarf menjadi tren, tetapi baru pada
pertengahan abad ke-20 lah scarf menjadi salah satu aksesoris pakaian paling
penting dan memiliki fungsi serbaguna untuk pria dan wanita.
Scarf ini pas buat kantong mahasiswa karena harganya berkisar antara Rp.8000-12000an,
atau kalian juga bisa membuat sendiri scarf ini dengan cara mencari kain dan
motif yang pas dengan ukuran 20x150cm lalu kalian bisa datang ketukang neci.
2. 2. Boots Doc Mart, item wajib untuk tampil kece
Dr.Martens
atau yang juga dikenal dengan Doc Mart Doc Martens, Docs atau DMS itu merupakan
sepatu klasik asal Inggris sepatu Dr Martens begitu identik dengan subkultur
yang berkembang dikalangan remaja Inggris sejak akhir tahun 1960-an dan telah
menjadi sala satu sepatu ikonik di dunia.
Lalu
pada tahun 90-an sepatu ini makin populer dan booming karena banyak artis Punk
Rock, Ska, Goths, Industrialis yang memakainya. Karena banyaknya musisi-musisi
yang memakai sepatu ini, hal ini menimbulkan long march yang dilakukan Doc Mart
dari kota London menyebar ke seluruh dataran Inggris dan Eropa, lalu menginvasi
ke dunia. Dulu sepatu Dr Martens ini merupakan item wajib dan merupakan ciri khas buat para komunitas skinhead dan
punk (1960-an). Namun seiring berkembangnya jaman kini sepatu Dr Martens bukan
lagi item wajib buat anak skinead
atau punk, tetapi kini telah dipakai oleh siapa saja dan kini Sepatu Mr Martens
ini menjadi legenda di dunia fashion anak muda.
Untuk
mengenakan sepatu ini agar tampilan kalian terlihat kece kalian bisa
menggunakan skinny jeans kedalam
sepatu Doc Mart untuk menciptakan tampilan tetap stylish.
Sebenarnya
boots doc mart ini terbilang fashion item yang kurang berasahabat
dikantong mahasiswa, karena harga satu buah doc
mart berkisar satujutaan. Namun, jurnalupdate
punya solusi buat kalian yang punya budget
pas-pasan namun tetep pengen punya fasion
item yang satu ini. Kalian bisa membeli sepatu doc mart ini secara second
hand yang harganya dijamin lebih murah.
3. 3. Round Frame Vintage Glasses
Kacamata
vintage ini belakangan menjadi tren fashion dikalangan anak muda. Bukan hanya
mereka yang memiliki mata minus tetapi kini telah menjadi fashion item yang bisa membuat tampilan kita lebih oke. Nah,
pilihan kacamata gaya round frame vintage
yang memiliki ciri khas frame yang bulat mencuri perhatian karena bentuknya
unik dan lucu ini, bisa membuat penampilan kamu semakin chic.
Kacamata ini sangat bersahabat dengan kantong mahasiswa yaitu berkisar
antara Rp.35000an.
Sejarah
penemuan kacamata pertama kali dimulai dari Nero, seorang kaisar Roma, yang
saat itu berkuasa pada tahun 54-68 Masehi. Namun saat itu kacamata tidak
seperti saat ini, tetapi masih dalam bentuk batu permata cekung. Dan bangsa
Cinalah yang mungkin pertama kali menggunakan kacamata seperti kacamata yang
lazim digunakan seperti sekarang ini. Bagi bangsa Cina waktu itu, kacamata
hanya digunakan sebagai jimat keberuntungan atau alat untuk membuat mereka
terlihat lebih keren, dan hanya digunakan oleh kaum bangsawan atau orang kaya pada
zaman itu. Seiring berkembangnya zaman akhirnya seorang ilmuan Amerika,
Benjamin Franklin pada tahun 1784 berhasil menemukan kacamata bifokal yaitu
kacamata yang digunakan untuk melihat jarak jauh maupun jarak dekat.
Checo Cafe Resto: The Legendary Cafe
![]() |
| (Photo by Google) |
Jatinangor merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Sumedang yang terkenal
dengan kawasan pendidikan, karena disana terdapat beberapa Universitas Negeri yang
terkenal di Jawa Barat diantaranya Ikopin, Unpad, ITB dan STPDN. Sehingga
membuat kawasan ini menjadi sebuah wilayah yang ramai, dan menjadi salah satu
destinasi untuk berkuliner di wilayah Sumedang. Diantara banyak cafe/resto yang
berjejer disepanjang jalan Jatinangor. Terdapat sebuah cafe yang dijuluki “The
Legendary Cafe”, cafe itu bernama Che.Co Cafe Resto. Cafe ini tempatnya tidak jauh
dari Jatinangor Town Square (Jatos) atau tepatnya di Jl. Raya Jatinangor No.83
Cileunyi Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Cafe ini buka setiap hari, dengan memiliki jam operasional mulai pukul 09.00-00.00
untuk setiap hari Sabtu-Kamis dan jam 13.00-00.00 untuk hari Jum’at.
Che.Co Cafe Resto memiliki konsep westeran sehingga cafe ini cocok banget buat
kalian yang suka selfie. Selain memiliki dekorasi yang mewah, pengunjung juga
disuguhkan dengan suasana cafe yang nyaman. Cafe ini menyediakan berbagai
macam makanan, minuman, dan dessert yang unik. Seperti masakan oriental, masakan
indonesia dan masakan barat disajikan dengan berbagai macam variasi. Dan yang
pasti harganya cukup bersahabat dengan kantong mahasiswa loh. Mengikuti selera
pasar dan perkembangan industri makanan, checo cafe ini menghadirkan beberapa
dessert diantaranya Choco Lava. Cake coklat dengan lelehan saus coklat yang
disajikan dengan es krim ini merupakan dessert favorit, dan choco lava ini bisa
dinikmati hanya dengan harga Rp.20.000,-
Tidak hanya sebagai cafe yang menyediakan makanan dan dessert, cafe checo ini
menggandeng Yellow Truck Coffe yang ada didalam resto. Cafe Coffe yang mantap
untuk kamu yang suka ngopi. Dari depan tempatnya terlihat kecil, namun saat masuk
kedalam tempatnya cukup luas. Smooking dan non-smooking area pun dibuat
terpisah. Selain itu, di tempat ini juga disediakan colokan listrik dan free wifi. Bukan
hanya sebagai tempat untuk mengisi perut yang kosong, tetapi di cafe ini juga sering
diadakan event music, apalagi setiap malam minggu pasti selalu ada band yang tampil
untuk meramaikan cafe tersebut. Sehingga membuat cafe ini sangat cocok banget buat
kalian yang suka nongkrong.
Rabu, 18 Januari 2017
Jangan Pelit sama ALLAH!
Bismillah..
Assalamu'alaikum shaleh/shalehah😊
Udah Hari kelimabelas,
baca al-qur'annya sudah berapa juz?
Ramadhan kali ini target berapa kali khatam?
Hayu tingkatin lagi tilawahnya, perbanyak membaca
al-qur'an, luangkan waktu untuk membaca kitab suci-Nya.
Ingat, Allah itu udah baik banget sama kita.
Allah itu udah baiiiiiik banget, Dia masih ngasih
kita umur, Dia masih ngasih kita kesempatan, Dia masih ngijinin kita untuk
bertemu dengan bulan yang suci, bulan Ramadan.
Oh iya, selain membaca al-qur'an jangan lupa juga
ya shalat teraweh nya.
Meskipun shalat teraweh itu hukumnya sunat, tapi
shalat teraweh merupakan sunat yang dianjurkan.
Jangan garagara kita sibuk ngerjain tugas, kita
bukber, kita lagi ini itu lah.
Jangan mentang-mentang jauh dari orang tua kita
jadi males-malesan shalat teraweh.
Hei, jangan pelit sama Allah.
Shalat teraweh ga ngabisin waktu 5jam ko.
Allah udah ngasih kamu waktu 24 jam, tapi kamu
gamau ngebagi waktu kamu sama Allah?
Innalillahi, istigfar.
Allah cuma nyuruh kamu ibadah ko, toh itu semua
juga akan balik kekamu, manfaatnya buat kamu.
Shalat teraweh cuma satu jam setengah aja ko,
engga ngabisin waktu 12 jam.
Allah cuma minta waktu kamu satu jam setengah
doang.
Sahabat shalehahku, mari Shalat teraweh, gimana
kalo malam ini merupakan shalat teraweh kita yang terakhir?
Gimana kalo hari ini hari puasa kita yang
terakhir?
Gimana kalo tahun ini menjadi tahun kita yang
terakhir?
Mari manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, ingat
tujuan hidup kita didunia ini yaitu untuk akhirat.
Dunia ini hanya sementara, jangan biarkan dunia
ini melalaykanmu, jangan biarkan kamu terlena oleh dunia, jangan kamu tertipu
oleh dunia.
Bukankah sekarang bulan Ramadan?bulan dimana semua
pintu surga dibuka, bulan dimana pahala dilipatgandakan.
Mari memperbanyak melakukan kebaikan, selain
berpuasa, mari isi bulan ramadan ini dengan membaca al-qur'an dan juga terawih.
Seharusnya kita bersyukur kita masih diberi
kesehatan, kita masih diberi kesempatan.
Lihat, orang lain diluar sana mereka banyak yang
ingin melaksanakan shalat terawih mereka ingin melaksanakan puasa tetapi mereka
tidak bisa, apalagi suadara kita di Suriah sana. Tidakkah kalian malu dengan
mereka?tidakkah kalian malu dengan Allah?tidakkah kalian malu sama nikmat yang
udah Allah kasih?
Astagfirulloh..
Mari bermuhasabah...
Mari memperbanyak istugfar..
Mari manfaatkan bulan ramadan ini dengan
sebaik-baiknya:)
Langganan:
Komentar (Atom)



